| Home |


Thursday, December 1, 2011

unsur - unsur kalimat


Setiap kalimat memiliki unsur penyusun kalimat. Gabungan dari unsur-unsur kalimat akan membentuk kalimat yang mengandung arti. Unsur-unsur inti kalimat antara lain SPOK :
- Subjek / Subyek (S)
- Predikat (P)
- Objek / Obyek (O)
- Keterangan (K)
1. Predikat (P)
Predikat dalam pandangan aliran struktural dianggap unsur yang paling penting dan merupakan inti kalimat. Predikat dalam bahasa Indonesia bisa berwujud kata atau frasa verbal, adjektival, nominal, numeral, dan preposisional.
Perhatikan beberapa contoh kalimat di bawah ini:
a. Yasmina duduk-duduk di ruang tamu. 
b. Anda dan saya tidak harus pergi sekarang.
c. Letusan Gunung Merapi keras sekali.
d. Makanan itu mahal.
e. Ayah saya guru bahasa Indonesia.
f. Anda guru?
g. Anak kami tiga .
h. Peserta audisi itu puluhan ribu orang.
i. Dia dari Medan
j. Pak Nurdin ke Saudi.
Pada sepuluh kalimat di atas, terdapat bagian yang dicetak miring. Ada yang berbentuk kata maupun frasa (lebih dari satu kata). Kata atau frasa yang dicetak miring tersebut berfungsi sebagai predikat.
Kalimat a dan b adalah contoh kalimat dengan predikat berkatagori verbal, disebut kalimat verbal. Kalimat c dan d adalah contoh kalimat dengan predikat berkatagori adjektival, disebut kalimat adjektival. Kalimat e dan f adalah contoh kalimat dengan predikat berkatagori nominal, disebut kalimat nominal. Kalimat g dan h adalah contoh kalimat dengan predikat berkatagori numeral, disebut kalimat numeral. Kalimat i dan j adalah contoh kalimat dengan predikat berkatagori preposisional, disebut kalimat preposisional.
2. Subjek (S)
Disamping predikat, kalimat umumnya mempunyai unsur yang berfungsi sebagai subjek. Dalam pola kalimat bahasa Indonesia, subjek biasanya terletak sebelum predikat, kecuali jenis kalimat inversi. Subjek umumnya berwujud nomina, tetapi pada kalimat-kalimat tertentu, katagori lain bisa juga mengisi kedudukan subjek.
Pada sepuluh contoh kalimat di atas, kata atau frasa Yasmina, Anda dan saya, letusan Gunung Merapi, makanan itu, ayah saya, anak kami, peserta audisi itu, dia, dan Pak Nurdin berfungsi sebagai subjek. Subjek yang tidak berupa nomina, bisa ditemukan pada contoh kalimat seperti ini:
1. Merokok merupakan perbuatan mubazir.
2. Berwudlu atau bertayamum harus dilakukan sebelum sholat.
3. Tiga adalah sebuah angka.
4. Sakit bisa dialami semua orang.
3. Objek (O)
Objek bukan unsur wajib dalam kalimat. Keberadaanya umumnya terletak setelah predikat yang berkatagori verbal transitif. Objek pada kalimat aktif akan berubah menjadi subjek jika kalimatnya dipasifkan. Demikian pula, objek pada kalimat pasif akan menjadi subjek jika kalimatnya dijadikan kalimat aktif. Objek umumnya berkatagori nomina.
Berikut contoh objek dalam kalimat:
a. Dr. Ammar memanggil suster Ane.
b. Adik dibelikan ayah sebuah buku.
c. Kami telah memicarakan hal itu
Suster ane, ayah, sebuah buku, dan hal itu pada tiga kalimat di atas adalah contoh objek. Khusus pada kalimat b. Terdapat dua objek yaitu ayah (objek 1) dan sebuah buku (objek 2)
4. Pelengkap (PEL)
Pelengkap atau komplemen mirip dengan objek. Perbedaan pelengkap dengan objek adalah ketidakmampuannya menjadi subjek jika kalimatnya yang semula aktif dijadikan pasif. Perhatikan kata-kata yang dicetak miring pada kalimat-kalimat di bawah ini. Kata-kata tersebut berfungsi sebagai pelengkap bukan objek.
Contoh:
a. Indonesia berdasarkan Pancasila
b. Ardi ingin selalu berbuat kebaikan
c. Kaki Cecep tersandung batu.
5. Keterangan (K)
Unsur kalimat yang tidak menduduki subjek, predidkat, objek, maupun pelengkap dapat diperkirakan menduduki fungsi keterangan. Berbeda dengan O dan PEL. yang pada kalimat selalu terletak dibelakang P, unsur yang berfungsi sebagai keterangan (K) bisa terletak di depan S atau P. 
Contoh:
a. Di perpustakaan kami membaca buku itu.
b. Kami membaca buku itu di perpustakaan.
c. Kami /di perpustakaan/ membaca buku itu.
d. Tono mencabut paku dengan tang.
e. Dengan tang Tono mencabut paku.
f. Tono /dengan tang/ mencabut paku.
Pada enam kalimat di atas, tampak bahwa frasa di perpustakaan dan dengan tang yang berfungsi sebagai keterangan mampu ditempatkan di awal maupun di akhir. Khusus jika ditempatkan antara S dan P, cara membacanya (intonasi) harus diubah sedemikian rupa (terutama jeda) agar pemaknaan kalimat tidak keliru. 
Dilihat dari bentuknya, keterangan pada sebuah kalimat bisa dikenali dari adanya penggunaan preposisi dan konjungsi (di, ke, dari, kepada, sehingga, supaya, dan sejenisnya.). Akan tetapi, tidak semua keterangan berciri demikian, ada pula keterangan yang berbentuk kata, seperti pada contoh berikut:
a. Kami telah mengengoknya kemarin.
b. Tiga tahun kami telah bekerja sama dengannya.

pengertian kalimat


PENGERTIAN KALIMAT

Kalimat adalah satuan bahasa terkecil yang merupakan kesatuan pikiran. Dalam bahasa lisan kalimat diawali dan diakhiri dengan kesenyapan, dan dalam bahasa tulis diawali dengan huruf kapital dan diakhiri dengan tanda titik, tanda seru,  atau tanda tanya.
Kalimat efektif adalah kalimat yang dapat mewakili gagasan pembicara atau penulis serta dapat diterima maksudnya/arti serta tujuannya seperti yang di maksud penulis/pembicara.

Ciri-ciri kalimat efektif:

1. KESATUAN GAGASAN
Memiliki subyek,predikat, serta unsur-unsur lain ( O/K) yang saling mendukung 
serta membentuk kesaruan tunggal.
Di dalam keputusan itu merupakan kebijaksanaan yang dapat membantu keselamatan umum.
Kalimat ini tidak memiliki kesatuan karena tidak didukung subyek. Unsur di dalam keputusan itu bukanlah subyek, melainkan keterangan. Ciri bahwa unsur itu merupakan keterangan ditandai oleh keberadaan frase depan di dalam (ini harus dihilangkan)

2. KESEJAJARAN
Memiliki kesamaan bentukan/imbuhan. Jika bagian kalimat itu menggunakan kata kerja berimbuhan di-, bagian kalimat yang lainnya pun harus menggunakan di- pula.
Kakak menolong anak itu dengan dipapahnya ke pinggir jalan.
Kalimat tersebut tidak memiliki kesejajaran antara predikat-predikatnya. Yang satu menggunakan predikat aktif, yakni imbuhan me-, sedang yang satu lagi menggunakan predikat pasif, yakni menggunakan imbuhan di-.
Kalimat itu harus diubah :
1. Kakak menolong anak itu dengan memapahnya ke pinggir jalan
2. Anak itu ditolong kakak dengan dipapahnya ke pinggir jalan.

3. KEHEMATAN
Kalimat efektif tidak boleh menggunakan kata-kata yang tidak perlu. Kata-kata yang berlebih. Penggunaan kata yang berlebih hanya akan mengaburkan maksud kalimat.
Bunga-bunga mawar, anyelir, dan melati sangat disukainya.
Pemakaian kata bunga-bunga dalam kalimat di atas tidak perlu. Dalam kata mawar,anyelir,dan melati terkandung makna bunga.
Kalimat yang benar adalah:
Mawar,anyelir, dan melati sangat disukainya.

4. PENEKANAN
Kalimat yang dipentingkan harus diberi penekanan.
Caranya:
• Mengubah posisi dalam kalimat, yakni dengan cara meletakkan bagian yang 
penting di depan kalimat.
Contoh :
1. Harapan kami adalah agar soal ini dapat kita bicarakan lagi pada 
kesempatan lain
2. Pada kesempatan lain, kami berharap kita dapat membicarakan lagi soal 
ini.
• Menggunakan partikel; penekanan bagian kalimat dapat menggunakan partikel –lah, -pun, dan –kah.
Contoh :
1. Saudaralah yang harus bertanggung jawab dalam soal itu.
2. Kami pun turut dalam kegiatan itu.
3. Bisakah dia menyelesaikannya?
• Menggunakan repetisi, yakni dengan mengulang-ulang kata yang dianggap penting.
Contoh :
Dalam membina hubungan antara suami istri, antara guru dan murid, antara orang tua dan anak, antara pemerintah dan rakyat, diperlukan adanya komunikasi dan sikap saling memahami antara satu dan lainnya.
• Menggunakan pertentangan, yakni menggunakan kata yang bertentangan atau berlawanan makna/maksud dalam bagian kalimat yang ingin ditegaskan.
Contoh :
1. Anak itu tidak malas, tetapi rajin.
2. Ia tidak menghendaki perbaikan yang sifatnya parsial, tetapi total dan menyeluruh.

5. KELOGISAN
Kalimat efektif harus mudah dipahami. Dalam hal ini hubungan unsur-unsur dalam kalimat harus memiliki hubungan yang logis/masuk akal.
Contoh :
Waktu dan tempat saya persilakan.
Kalimat ini tidak logis/tidak masuk akal karena waktu dan tempat adalah benda mati yang tidak dapat dipersilakan. Kalimat tersebut harus diubah misalnya ;
Bapak penceramah, saya persilakan untuk naik ke podium.

Thursday, November 3, 2011

contoh iklan kaos oblong

sumber  gambar: http://mondress.blogspot.com/2011/05/cara-bikin-kaos.html


Judul Iklan: kaos oblong tos plong
Isi Iklan: Trend Baru telah Hadir…!!!
Kaos oblong dengan desain menarik,futuristik dan unik hanya ada di Distro&Clothing Kaos oblong tos plong
Pertama dan Satu-Satunya di  Bekasi.
Kami melayani pembelian Online maupun Offline.
Ayoo…Buruan sebelum kehabisan karena produk ini TERBATAS..
untuk pemesanan online bisa diakses di alamat ini :http://oblongtosplong.com

cyber bully


CYBERBULLY

   a.       Sekilas tentang cyberspace
Cyberspace adalah sebuah ruang maya yang dibentuk melalui jaringan antar-komputer yang ketika ‘mengembara’ di dalamnya kita akan menemukan berbagai panorama, dengan berbagai paradoks dan kontradiksi : kesenangan/ketakutan, kebaikan/keburukan, keaslian/kepalsuan, kecintaan/kebencian. Paradoks cyberspace dalam hal ini memang sama saja dengan paradoks-paradoks di dalam ‘dunia nyata’, akan tetapi ia bersifat lebih ekstrim, lebih kuat, lebih langsung, lebih intens.

   b.      Cyberbully
cyber bully adalah segala bentuk  kekerasan  yang dialami anak dan dilakukan oleh sesama/seusia mereka melalui media cyber/internet. Beberapa bentuk cyber bully dapat dibagi menjadi:
- Direct Attacks: (Instant Messaging; Text Messaging; Emails; dan BLOGS)
- Cyber Bullying by Proxy: (Get others to bully; Can include friends;Can include parents; dan Take control of account)

(i)                  Hal – hal yang menyebabkan cyberbully sangat bermacam- macam. Diamtaranya adalah karena si pelaku cyber bully memiliki problem kepada korban atau bisa juga hanya keisengan semata. Tapi perbuatan tersebut sangat tidak dibenarkan, karena merugikan para user yang menjadi korban cyber bully.
(ii)                Contoh kasus cyber bully
ketika seorang anak perempuan yang menghina temannya dengan menggunakan akun facebook atau twitter temannya yang lain. Tentu saja hal ini akan menjadi sebuah masalah.
(iii)               Cara pencegahan cyber bully
Cara mencegah dan menghentikan cyber bullying adalah jangan merespon, karena dia memang sedang menunggu reaksi korban. Jangan terpancing untuk marah.
Kemudian jangan membalas aksi pelaku. ada baiknya langsung mengadukan atau report abuse .
Selanjutnya adalah simpan semua bukti, untuk bukti jika perlu tindakan lebih lanjut.
Segera blokir aksi pelaku. Jika terjadi di ruang chatting, segera tinggalkan ruang chat.
Selalu berperilaku sopan di dunia maya.
Dan jadilah teman jangan hanya diam. Menjadi teman dan membela si korban. Ikut memaksa si pelaku untuk menghentikan aksinya. Atau membantu korban untuk melaporkan kepada pihak yang berwenang.

lisan ragam pidato


  A.   Pendahuluan
Peranan pidato
Pidato adalah suatu ucapan dengan susunan yang baik untuk disampaijan kepadaorang banyak. Pidato yang baik dapat memberikan suatu kesan positif bagi orang-orangyang mendengar pidato tersebut. Pada saat berpidato sudah dapat dipastikan bahwa akanterjadi hubungan antara yang berpidato dengan yang diberi pidato. Oleh sebab itu , makayang berpidato hendaknya mempersiapkan dirinya dengan sebaik-baiknya,agar tercapaiapa yang diharapkannya.
Peranan pidato dalam menyampaikan ide atau informasi secara lisan pada kelompok massa merupakan aktivitas yang sangat penting,baik masa lalu maupun masa yang akandatang. Seorang yang sudah mahir berbicara di depan umum akan dengan mudahmenguasai massa dan menawarkan ide-idenya agar dapat diterima orang lain. Salahsatunya dengan menggunakan metode naskah.

  B.     Isi
Pidato yang baik dapat memberikan suatu kesan positif bagi orang-orang yangmendengar pidato tersebut. Kemampuan berpidato atau berbicara yang baik di depan publik / umum dapat membantu untuk mencapai jenjang karir yang baik.

(i)                  Empat metode penyajian oral, yaitu :
a.       Metode Improptu (serta-merta): metode penyajian berdasarkan kebutuhan sesaat. Kesanggupan penyajian lisan menurut cara ini sangat berguna dalam keadaan darurat,tetapi kegunaannya terbatas pada kesematan yang tidak terduga itu saja.
b.      Metode Menghafal : Penyajian lisan yang dibawakan dengan metode ini bukan saja direncanakan, tetai ditulis secara lengkap kemudian dihafal kata demi kata. Cara ini juga menyulitkan pembicara untuk menyesuaikan dirinya dengan situasi dan reaksi-reaksi pendengar selagi menyajikan gagasannya.
c.       Metode Naskah : Sifatnya masih agak kaku,sebab bila tidak mengadakan latihan yang cukup maka pembicara seolah-olah menimbulkan suatu tirai antara dia dengan pendengar. Kekurangan meted ini dapat diperkecil dengan latihan-latihan yang intensif.
d.      Metode Ekstemporan ( tanpa persiapan naskah) : Metode ini sangat dianjurkan karena meruakan jalan tengah. Kadang-kadang disipakan konsep naskah bila pemicara berusaha bersungguh-sunguh untuk menjawa semua pertanyaan.

(ii)                Persiapan penyajian lisan
Sebelum berpidato sebaiknya kita menyiapkan hal-hal yang berkaitan dengankelangsungan pidato yang akan kita sampaikan antara lain :
1.Naskah / Teks Pidato
Agar pidato lebih terarah, kita dapat menyusun naskahnya terlebih dahulu. Ada beberapa peristiwa saat akan berpidato dan menulis teks pidato, yakni sabagai berikut :
a. Menentukan topik dan tujuan pidato
b. Menganalisis pendengar dan situasi
c. Mengumpulkan bahan
d. Membuat kerangka uraian
e. Mengembangkan kerangka uraian
2.Bahasa yang Digunakan Dalam Menyampaikan Pidato

(iii)               Menentukan maksus dan topik
Pokok atau topik dan tujuan pembicara dalam suatu pidato merupakan dua halyang tidak dapat dipisahkan. Pokok atau topik pembicaraan merupakan persoalan yangdikemukakan, sedangkan tujuan pembicaraan berhubungan dengan tanggapan yangdiharapkan dari para pendengar berkenaan dengan persoalan yang dikemukakan itu.

  C.     Penutup
Jika kita ingin membuat pidato hal yang pertama kali kita lakukan lah adalah menentukan tema pidato yang akan kita buat. Kemudian membuat kerangka pidato terlebih dahulu agar pidato yang kita buat menjadi  lebih terstruktur. Setelah kerangka dibuat, barulah kita mulai membuat pidato.
Ada beberapa metode yang digunaka dalam menyampaikan pidato. Bagi pemula sebaiknya menggunakan metode naskah, karena jika kita lupa kata- kata apa yang akan kita sampaikan, kita masih bisa sedikit – sedikit melihat ke naskah pidato yang kita bawa.

bahasa indonesia sebagai bahasa nasional dan bahsa negara

A.      Bahasa indonesia sebagai bahasa nasional
sebagai bahasa nasional bahasa indonesia tidak mengikat pemakainya untuk sesuai dengan kaidah dasar. bahasa indonesia digunakan secara nonresmi,santai dan bebas.yang terpenting dl pergaulan dan perhubungan antar warga adalah makna yang disampaikan. Pemakai bahasa indonesia dalam konteks bahasa nasional dapat dengan bebas menggunakan ujaran baik lisan,tulis,maupun lewat kinesiknya. Kebebasan penggunaan ujaran itu juga ditentukan oleh konteks pembicaraan. Manakala bahasa indonesia digunakan di bus antar kota, ragam yang digunakan adalah ragam bus kota yang cenderung singkat,cepat,dan bernada keras. Jadi disetiap tempat memiliki bahasa nasional yang berbeda-beda karena nahasa indonesia sangat beraneka ragam.

      Sehubungan dengan kedudukannya sebagai bahasa nasional, bahasa Indonesia memiliki empat fungsi, yaitu :
  1. lambang identitas nasional,
  2. lambang kebanggan nasionnai,
  3. alat pemersatu berbagai masyarakat yang mempunyai latar belakang sosial budaya dan bahasa yang berbeda-beda, dan
  4. alat perhubtmgan antarbudaya clan daerah.

B.      Bahasa indonesia sebagai bahasa negara 
     sebagai bahasa negara berarti bahasa indonesi adalah bahasa resmi.dengan begitu bahasa indonesia harus
digunakan sesuai dg kaidah,tertib,cermat,dan masuk akal.bahasa indonesia
yang dipakai harus lengkap dan baku.Tingkat kebakuanya diukur oleh aturan kebahasaan dan logika pemakaia.dari dua tugas itu,posisi bahasa indonesia perlu mendapatkan perhatian khusus terutama bagi pembelajaranbahasa indonesia
sumber.garda guru posisi pembelajaran bahasa indonesia
sehingga bahasa indonesia tidak akan terpinggirkan oleh
bahasa asing karena dlm sejarahnya sendiri bahasa indonesia adalah
bahasa persatuan.

Berkaitan dengan statusnya sebagai bahasa negara, bahasa Indonesia berfungsi sebagai :
  1. bahasa resmi negara,
  2. bahasa pengantar resmi di lembaga-lembaga pendidikan,
  3. bahasa resmi dalam perhubungan tingkat nanional untuk kepentingan perencanaan dan pelaksanaan pembangunan serta pemerintahan, dan
  4. bahasa resmi di dalam pengembangan kebudayaan dan pemanfaatan ilmu pengetahuan serta teknologi.

Saturday, October 8, 2011

perkembangan tekhnologi penyimpanan data (storage)


Perkembangan tekhnologi penyimpanan data (storage)

Pendahuluan

Media penyimpan data (storage) adalah sebuah kemampuan dari sebuah benda yang memungkinkan data tersimpan dalam jumlah besar. Seiring dengan perkembangan zaman, saat ini sudah banyak bermunculan produk – produk media penyimpanan data (storage) dari yang berkapasitas kecil hingga yang berkapasitas besar. Agar dapat lebih memahami perkembangan storage, selanjutnya akan dibahas mengenai macam-macam jenis media penyimpanan yang pernah di kembangkan hingga saat ini. 

Batang tubuh

Macam – macam jenis penyimpanan data (storage) dari awal dibuat hingga saat ini sangatlah beragam. Dahulu data – data masih disimpan secara manual. Yaitu dengan menulis nya dikertas atau dibuku dan diletakan berurut sesuai abjad agar mudah dicari kembali jika data dibutuhkan. Namun sejak pesat nya perkembangan tekhnologi, penyimpanan data secara manual seperti itu mulai ditinggalkan. Mereka beralih menggunakan disket atau floppy disk karena lebih efisien dan tidak membutuhkan banyak tempat. Tetapi disket rentan terhadap virus komputer dan hanya dapat sedikit menyimpan data. Kemudian munculah flashdisk yang mampu menyimpan data lebih banyak dari pada disket dan lebih kuat melawan virus dibandingkan dengan disket. Selanjutnya  ada memory card yang memiliki kemampuan menyimpan data lebih besar dari flashdisk. Karena kebutuhan penyimpanan data semakin meningkat, maka diciptakanlah hard disk portable. Kemampuan menyimpan data nya menyerupai hard disk  pada komputer, yang mampu menyimpan data hingga ratusan giga byte.

Penutup

Perkembangan tekhnologi penyimpanan data begitu pesat. Mulai dari penyimpanan data yang manual, hingga diciptakan tempat penyimpanan data dengan kapasitas ratusan giga byte. Hal tersebut terjadi karena permintaan dan kebutuhan manusia yang tidak pernah puas dengan apa yang sudah ada.